Dia
Semarang, 5 Oktober 2015
Masih pagi, dini sangat
Kulihat dia, didalam sujudnya
Dalam diam,tenang dan khusyuk
Dengan sangat rendah diri
Dia menitikkan air mata
Sayup-sayup ku tangkap
Suara lirihnya
Namaku disebut diantara tetes air
hangat
Yang mengalir di pipinya
Entahlah, aku baru menangkap
Betapa dia sangat mencintaiku
Dini ini dia telah memelukku
dalam doanya
Menjagaku agar tidak terjaga dari
lelapku
Dia yang bersusah demiku
Dia yang berkeras dalam usaha
Dia yang tegas dalam inginnya
Dia.... ibundaku, ku
dititipkan-Nya pada dia
Yakini aku bahwa bahagia itu
pasti
Sungguh berkeras dalam usaha itu
harus
Gagal juga akan kutemui
Di dunia yang akan segera fana
ini
Selalu melebarkan tahuku tentang
dunia
Menyapaku dengan senyum hangat
Menopangku di kala ku jatuh
Serta membangkitkan dan
mengingatkan akan citaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar