Teman melalui apapun

Teman melalui apapun
karena bersama mereka aku belajar memahami kehidupan, dan segala hal yang tak pernah kubayangkan akan berhasil aku lalui tanpa mereka :)

Jumat, 13 November 2015

Tentang lakuku



Jumat, 13 November 2015

Entah,ini hujan yang keberapa, turun di bumi Gunungpati. Aku masih disini, di bumi Gunungpati. masih bertahan dengan asaku, dan  terus bersua dengan orang-orang itu bahkan orang baru. Oh ya, malam ini aku ikut menemani anak-anak Laboratorium Usmar Ismail punyanya jurusan BSI tercinta, untuk GR di salah satu gedung milik FIK Unnes. Sebagai peserta Porsaf yang akan menampilkan teater. iya, tanpa kusadari banyak orang bertahan hidup dengan cara masing-masing. entah bertahan hidup untuk memperjuangkan citanya, entah bertahan hidup untuk tetap membahagiakan orang tertentu, entah memang bertahan hidup untuk terus  berjuang untuk menggenggam asanya dan mewujudkannya. disini, ada banyak orang dengan bakat dan minat masing-masing untuk tetap hidup, hidup yang benar-benar hidup, bukan hidup yang hanya hidup. karena jika hidup hanya hidup, binatang pun juga bisa disebut hidup layaknya manusia yang hidup sekadar hidup. untuk itu, mari tetap berjuang terus berjuang, entah kau ingin terus menunggu atau akan berjalan atau mungkin kau ingin berlari. lakukanlah apa yang kata hatimu ucapkan padamu. karena dengan hati, kau akan benar-benar hidup, dengan memperjuangkan hatimu, dengan tetap terus mendengarkan kata hatimu agar hatimu tetap hidup dan membantumu hidup sehidup-hidupnya. oke, itu yang aku rasakan, dapatkan dari hari yang sejuk dengan rintikan hujan yang susul menyusul sedari sore tadi hingga malam terbelah menjadi tengah malam. Selamat malam menjelang pagi :)

Jumat, 06 November 2015

Lagi Puisi

Bukan Lagi
Semarang, 4 November 2015

Bukan lagi dibawah langit,
Kau tetap menelungkupkan kedua telapak tanganmu,
Dahi dan hidungmu mencium aroma asalmu
Serta kedua kakimu tetap menjijit
Pada seonggok batu besar yang sedang berdiam diri
Ditemani gemericik air yang bercakap
sepanjang perjalanannya menuju hilir
serta sapaan angin disampingmu
kau mengadu

kau mengadu segala tentang dirimu
pada penciptamu dengan tetap ditemani
pepohonan yang setia memandangimu

yang beradu dengan waktu tuk tepati wajibmu