Bukan Lagi
Bukan lagi
dibawah langit,
Kau tetap
menelungkupkan kedua telapak tanganmu,
Dahi dan
hidungmu mencium aroma asalmu
Serta kedua
kakimu tetap menjijit
Pada seonggok
batu besar yang sedang berdiam diri
Ditemani
gemericik air yang bercakap
sepanjang
perjalanannya menuju hilir
serta sapaan
angin disampingmu
kau mengadu
kau mengadu
segala tentang dirimu
pada penciptamu
dengan tetap ditemani
pepohonan yang
setia memandangimu
yang beradu
dengan waktu tuk tepati wajibmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar