Hai,kalian apa kabar? tiba-tiba aku merindukan kalian, yang dulu selalu berbagi kisah satu sama lain. salam rindu, peluk erat dari sini yaa :)
Teman melalui apapun
karena bersama mereka aku belajar memahami kehidupan, dan segala hal yang tak pernah kubayangkan akan berhasil aku lalui tanpa mereka :)
Selasa, 06 Oktober 2015
Maaf Bunda, Ayah
MAAF BUNDA,KALI INI AKU GAGAL LAGI
GAGAL MEMBUAT BUNDA MENANGIS
MENANGIS BAHAGIA KARENA AKU
MAAF AYAH,MUNGKIN SAAT INI AYAH MEMANG ADA DI DEKATKU
TAPI,TETAP SAJA AKU MERASA SENDIRI
SENDIRI MENJALANI KEHIDUPAN INI
MAAF,...........
HANYA ITU YANG DAPAT AKU UCAPKAN
AYAH,....
AKU INGIN ENGKAU ADA KETIKA AKU TERJATUH
DAN AKU INGIN ENGKAU YANG MENANTING AKU
BUKAN TEMAN BAIKKU
AKU HANYA INGIN ENGKAU YANG MENANTING AKU KETIKA AKU
TERJATUH
AKU TAK BUTUH DIA,MEREKA ATAU SIAPAPUN
AKU HANYA INGIN ENGKAU,AYAH,..........
AYAH, AKU LELAH BERJALAN SENDIRI
AKU HANYA INGIN ENGKAU ADA,BENAR-BENAR ADA DISAMPINGKU
BENAR-BENAR ADA DIBELAKANGKU
KETIKA AKU BUTUH PENYEMANGAT HIDUP
KETIKA AKU MUAK DENGAN SANDIWARA KEHIDUPAN
KETIKA AKU JENUH DENGAN SEMUA MAKHLUKMU YANG SENANTIASA
BERPURA-PURA MENJELMA MENJADI MAKHLUK BAIK
TUHAN,...........
AKU TAHU AYAHKU BUKAN MALAIKAT,
AYAHKU YA AYAHKU,
TUHAN, AKU TAK BUTUH MALAIKAT
TUHAN, MEMANG,AYAHKU BUKAN MALAIKAT
TAPI, SATU YANG AKU TAHU
AYAHKU ADALAH TEMPAT TERBAIK YANG ENGKAU KIRIM UNTUK MENJADI
MALAIKAT PENJAGAKU
OLEH KARENA ITU, KIRIMKAN AYAH SEBENTAR TUHAN, SEBAGAI
PENAWAR RASA RINDUKU PADANYA
Cerita Sambung
Belum Tau
Kisah ini tentang cinta, cinta seorang gadis remaja pada
seorang laki-laki remaja. Dan kisah mereka dimulai dari masa SMA. Mungkin tak
ada yang tahu kalo gadis ini menyukai sang laki-laki pujaan hatinya, karena
gadis ini pemalu. Iya, dia benar-benar malu pada sesuatu yang asing yang belum
pernah ia rasakan, belum pernah ia alami, ya seperti jatuh cinta ini.
Panohan
Semarang,
5 Oktober 2015
Sapaan hangat penuh harap
Degup jantung terdengar sangat
Di kala pagi mendekat
Mengubur keputusasaan sesaat
Bertempat tepat bukit botak
Tanpa kata, menggeretak prajurit hebat
Meniupkan, menyalurkan semangat
Panahan bagi yang kuat agar hebat
Wuss... anak panah meninggi dan mengenai
Sasaran tanah orang-orang taat
Mentari mengenal awan
Panahan kata asal Panohan
Rukun, aman, tentram
Kata
Mereka
Semarang, 5 Oktober 2015
Kala itu, kata mereka
Aku menyusahkan dia
Membuat batinnya terbebani
Duka menyelimutinya
Semua, menanti hadirku
Pagi itu, hingga dua pagi lagi
Kau belum mengizinkanku
Hadir dalam hidup dia
Aku tak dapat menggantikannya
Menahan sakit sesakit itu karena aku pula
Yang belum apa apa, sudah melukai jiwa raganya
Membuatnya dibalut cemas,takut serta khawatir
Dengan nyawa jaminannya
Dia bersusah menghadirkanku dalam hidupnya
Dia berkeras menginginkan hadirku
Selalu dia bergumam atas nama-Mu
Jangan biarkan mulutku ini jadi sumber sedihnya
Jangan sampai lakuku membuatnya berduka
Atur langkahku agar tak sakitinya
Pastikan dia tak lara karenaku lagi
Ampuniku kini belum sekeras dia dalam usaha
Maafkanku yang lalai menyayangnya
Inginku belum setegas dia
Tapi citaku ingin dia bahagia memilikiku
Bantu aku,Tuhan
Semarang, 5 Oktober 2015
Tuhan, bantulah aku untuk
Bisa menyayangi dia seperti dia menyayangiku
Bantulah aku bahagiakan dia
Seperti dia yang selalu bahagiakanku
Tuhan jaga selalu senyumnya
Jangan biarkan dia menitikkan air kesedihan dari matanya
Peluk dia selalu dalam kedamaian
Senantiasa beri dia kebahagiaan
Tegur aku tatkala ku tak sengaja memberi goresan pada
hatinya
Pekakan ku bila dia dalam duka
Kuatkan aku meringankan susahnya
Izinkan aku memberinya bahagia
Sayangilah dia, seperti Kau sayang aku
Bahkan jaga selalu fikirnya dalam damai
Ringankan bebannya akan aku
Jadikan ku sumber bahagianya
Amiinn
Dia
Semarang, 5 Oktober 2015
Masih pagi, dini sangat
Kulihat dia, didalam sujudnya
Dalam diam,tenang dan khusyuk
Dengan sangat rendah diri
Dia menitikkan air mata
Sayup-sayup ku tangkap
Suara lirihnya
Namaku disebut diantara tetes air
hangat
Yang mengalir di pipinya
Entahlah, aku baru menangkap
Betapa dia sangat mencintaiku
Dini ini dia telah memelukku
dalam doanya
Menjagaku agar tidak terjaga dari
lelapku
Dia yang bersusah demiku
Dia yang berkeras dalam usaha
Dia yang tegas dalam inginnya
Dia.... ibundaku, ku
dititipkan-Nya pada dia
Yakini aku bahwa bahagia itu
pasti
Sungguh berkeras dalam usaha itu
harus
Gagal juga akan kutemui
Di dunia yang akan segera fana
ini
Selalu melebarkan tahuku tentang
dunia
Menyapaku dengan senyum hangat
Menopangku di kala ku jatuh
Serta membangkitkan dan
mengingatkan akan citaku
Langganan:
Postingan (Atom)
