Sebuah Penantian akan Kerinduan
Ulya Yana
Semarang, 23 September 2015
Sejuk menyambutku tatkala aku masuk
Senyum ramah yang ikhlas dan hangat itu
Diperuntukkan untukku
Senyap menyelimuti suasana disana
Hening menghinggapi setiap orang
Ya, nyamanpun selalu dirasa mereka
Kumpulan lembaran-lembaran kertas
Bermesraan dengan kawannya
Ya, mereka saling mendekap satu sama lain
Mereka saling memeluk satu sama lain
Mereka saling menghangatkan satu sama lain
Kata demi kata yang menyatu menjadi kalimat
Dan seterusnya hingga wacana
Karena tanpa kata, tak mungkin ada makna
Bagaimana juga membuat makna tanpa kata?
Bagaimana membuat arti tanpa kata?
Di tempat inilah, segala pengetahuan ada
Segala ilmu yang setia menunggu
Untuk disentuh oleh akal fikiran kita
Juga rindu pada jari jemari yang membelai
Lembar demi lembarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar